Impor minyak mentah dari Amerika Serikat ke Indonesia kini berlangsung secara bertahap. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa tindakan ini merupakan strategi untuk beralih dari ketergantungan pada minyak Timur Tengah di tengah situasi konflik kawasan tersebut.
“Sekarang sudah mulai berjalan. Bertahap, ya, bertahap,”
ujar Bahlil ketika ditemui selepas acara buka bersama di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (4/3) malam.
Bahlil menjelaskan bahwa Indonesia dihadapkan pada keterbatasan kapasitas penyimpanan minyak, yang mengharuskan impor dilakukan secara bertahap. Dalam rangka memperkuat ketahanan energi, pemerintah sedang mempercepat pembangunan fasilitas penyimpanan baru di Sumatera. Ini diharapkan dapat memperpanjang kapasitas penyimpanan hingga 90 hari.
Upaya ini juga merupakan bagian dari respons terhadap ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran serta dampak potensial terhadap Selat Hormuz. “Saya sudah melaporkan kepada Bapak Presiden (Prabowo Subianto) dan Bapak Presiden memberikan arahan agar segera dibangun. Supaya apa? Kita ini kan butuh survival,”
ucap Bahlil. Meningkatnya kapasitas penyimpanan diharapkan dapat melindungi Indonesia dari fluktuasi pasar minyak global dan memastikan pasokan yang stabil.
—












